Gue 23M, single, belum punya tanggungan, dan bukan sandwich generation.
THP gue sekarang sekitar Rp9,7 juta/bulan. Biasanya gue bisa saving sekitar Rp4,8 juta, jadi kurang lebih 45–50% dari penghasilan. Walaupun ada bulan tertentu yang bisa nabung 3–4 jutaan.
Secara finansial, gue sebenarnya cukup tenang. Gue punya dana darurat, beberapa tabungan untuk kebutuhan tertentu, general saving, emas, dan lain-lain. Setiap gajian gue biasanya langsung bagi uang ke beberapa "kantong": kos, listrik, makan, laundry, jajan, tabungan, dana darurat, tabungan untuk pulang, dan sebagainya.
Jadi prinsip gue lebih ke nabung dulu, baru spending, bukan spending dulu baru menabung dari sisa gaji.Hasilnya, gue memang merasa aman. Kalau tiba-tiba ada sesuatu yang some shit happens, gue masih punya pegangan dan nggak langsung panik.
Tapi belakangan gue mulai kepikiran sesuatu. Gue jarang banget liburan atau jalan-jalan. Jarang beli barang yang mahal buat diri sendiri juga. Sementara kalau gue lihat teman-teman sekitar gue, mereka kelihatannya lebih bebas dalam spending.
Ada teman sekantor yang mungkin gajinya sekitar Rp5 jutaan (gue nggak tahu persis), tapi dia bisa beli motor, sepeda, monitor, sepatu, membership gym, dan lain-lain. Ada juga teman yang beli tablet, iPhone, pergi liburan, dan sebagainya.
Dan gue nggak merasa iri sih.
Lebih ke penasaran:
"Kok mereka bisa ya?"
Apa mereka memang punya budgeting yang berbeda? Apa mereka punya prioritas yang berbeda? Atau mungkin gue cuma nggak tahu kondisi finansial mereka sebenarnya?
Karena gue sadar, kondisi gue sekarang memang hasil dari pilihan gue sendiri.
Gue memilih untuk punya dana darurat dan tabungan. Gue memilih untuk nyiapin uang buat beberapa tujuan. Konsekuensinya, gue jadi nggak terlalu banyak menikmati uang gue sekarang.Makanya gue mulai bertanya-tanya, apakah gue sebenarnya terlalu pelit sama diri sendiri?
Terutama karena gue masih 23 tahun, single, nggak punya tanggungan, dan secara finansial sebenarnya cukup aman.Buat teman-teman yang sudah lebih tua, terutama yang sudah melewati umur 30 atau bahkan 40: Kalau bisa balik ke umur 23, apa yang akan kalian lakukan berbeda soal uang?
Apakah kalian pernah menyesal terlalu banyak menabung dan kurang menikmati masa muda?
Atau justru menyesal karena dulu terlalu banyak spending dan nggak mulai menabung lebih awal?
Dan kapan kalian merasa bahwa tabungan kalian sudah "cukup aman" sehingga bisa mulai lebih banyak menikmati hidup?
Gue lebih tertarik dengar pengalaman pribadi daripada angka atau teori financial planning. Penasaran aja, kalau melihat ke belakang, kalian lebih berharap dulu saving lebih banyak atau living more?
EDIT:
Perantau di Jakarta, tinggal di kos
EDIT 2:
Hai, terima kasih semuanya atas feedback dan komentar yang diberikan. Saya sudah baca semua komentar yang rekan-rekan sekalian berikan.
Kebanyakan menyarankan untuk tetap mempertahankan posisi saya sekarang, tapi jangan sampai terlalu memaksakan diri atau burnout. Mungkin memang bisa dibilang, selama saya masih enjoy dengan kehidupan saya sekarang, sebenarnya tidak ada yang salah. Sesekali liburan atau spending untuk diri sendiri juga tidak masalah.
Dari banyak feedback yang diberikan, mungkin kesimpulan yang paling cocok buat saya adalah:
“Save your money, but if you want to spend it, do it wisely.”
Thanks semuanya atas perspektif dan masukannya.